WISATA SPIRITUAL KE PURA GIRI SALAKA DI ALAS PURWA

1Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseoang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik obyek yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Spiritual adalah keyakinan dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga Wisata Spiritual adalah kegiatan perjalanan dengan mengunjungi tempat tertentu guna memuja kebesaran Tuhan YME.

2   Obyek wisata spiritual kali ini yang kami pilih adalah Pura Giri Salaka di Alas Purwo, yang terletak di Kecamatan Tegal Dlimo Kabupaten Banyuwangi. Banyak sekali hal-hal yang sifatnya sacral yang akan kita temui di kawasan Taman Nasional ini. Konon ketika Kerajaan Majapahit runtuh abad ke-14, para manggala kerajaan berucap, “Boleh saja kerajaan mereka dihancurkan, tetapi tunggu lima ratus tahun lagi anak cucu mereka akan bangkit dan menagih kembali bekas wilayah Majapahit.” Itulah yang diyakini sebagian besar umat Hindu Banyuwangi. Di Candi Purwa sendiri masih berjejer patung dengan wujud Sabdopalon dan Noyogenggong yang diyakini sebagai panakawan kerajaan Majapahit (Brawijaya).

Wisata spiritual ini merupakan agenda11kan yang sifatnya dadakan dan tidak terencana, dimana pada hari Kamis tanggal 7 Februari 2013 salah satu kawan yang sudah seperti saudara sendiri, Drh. Dewa Made Koca Kocala namanya, menelepon bahwa punya keinginan tangkil ke Pura Giri Salaka di Alas Purwo pada hari sabtu tanggal 9 Februari 2013. Karena punya komitmen yang sama, maka ajakan itu pun saya iyakan padahal saat ini saya masih berada di Jakarta untuk meeting tugas-tugas perusahaan dan sempat pula mampir ke Pluz+ di Mall Plaza Semanggi makan malam bersama Mas Erwin Prima Arya, Cak Marto, Mas Apri, Mas Henry Ismono, Mas Gienardi Santoso dan kawan-kawan.

Jumat sore tanggal 8 Februari 2013 segera pulang ke Denpasar, diskusi panjang lebar dengan istri tercinta serta mohon doa restu untuk keberangkatan ke Alas Purwo besok siang Sabtu tanggal 9 Februari 2013. Bersyukurlah aku memiliki pasangan hidup yang sangat pengertian dan sangat memahami suami. Untuk membuat keluarga happy, malam itu saya ajak dinner ke Resto do sekitar Jl. Teuku Umara Denpasar.

Sabtu 9 Februari 2013, pukul 09.00 wita iseng-iseng menelepon sahabat yang bernama Mbah Pramono, mengabarkan bahwa saya berada di Bali dan nanti jam 11.00 wita akan berangkat ke Alas Purwo sama Bli Dewa, ternyata sambutannya luar biasa, “kulo nderek mas” jawaban singkat dan jelas. Sementara itu mas Nurkholis yang kesibukannya berdagang batu permata di Pasar Burung Satria juga menyatakan hal yang sama. Kami berangkat dari Denpasar ke Tabanan bertiga untuk menjemput Bli Dewa, ternyata di sana sudah menunggu kawan-kawan lain yang berjumlah 8 orang.

10

Perjalanan di laksanakan dengan gembira dan antusias. Agar dalam perjalanan sampai tujuan dan kembali dengan selamat, beberapa kawan sempat mampir ke Pura Rambut Siwi di Kabupaten Jembrana. Sempat pula makan sore di Ayam Betutu Gilimanuk Bu Lia yang enaknya luar biasa. Tiba di Pelabuhan Gilimanuk suasana sepi sehingga langsung masuk kapal ferry dan tiba tepat waktu di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Rombongan langsung menuju Pura Blambangan untuk mandi ganti baju dan sembahyangan sedangkan kami bertiga yang muslim duduk-duduk minum kopi di bale-bale

Tepat pukul 21.00 Wib rombongan berangkat menuju Alas Purwo dengan ditemani beberapa warga sekitar termasuk Jro Mangku Pura Giri Salaka. Semula jalanan masih di aspal, kemudian setelah masuk area hutan kondisi jalanan sangat parah dan rusak sehingga harus hati-hati dalam mengendalikan kendaraan. Tetapi di kanan dan kiri jalanan pohon-pohon rindang masih berjajar rapi dikepung oleh semak belukar semakin menambah indah suasana hutan itu.

Pukul 22.00 Wib rombonga6n tiba di Pura Giri Salaka, pak Jro Mangku mempersilahkan duduk dan ngobrol dari seputar spiritual hingga politik. Itu semua hanyalah sekedar obrolan warung kopi, toh kami juga bukan ahli politik, akan tetapi yang menarik bahwa banyak pakar politik dan mereka yang terjun ke dunia politik, pernah ke Alas Purwo. Jagung rebus menjadi sajian yang sangat istimewa di dalam hutan yang konon sangat angker ini.

Tepat pukul 23.00 Wib kami mulai tirakatan selama  3 jam, dalam keheningan malam yang kelam hanya terdengar deburan ombak di pantai yang jauhnya dari lokasi itu hanya 1 km, akan tetapi suara deburannya menggelegar seakan-akan ingin mengubur tempat kami duduk bersemadi. Sembahyang terakhir dilakukan di Situs Kawitan, yang apabila dilihat dengan mata batin akan terlihat berbagai hal di luar dugaan. Apa benar di balik Situs Kawitan terdapat istana makhluk halus? Tapi secara batin ada kekuatan yang luar biasa berdiam disana. Akan tetapi tujuan kita tirakatan adalah kembali kepada kekuatan Gusti Allah Kang Murbeng Dumadi sehingga apa yang tak terlihat itu pun menjadi benar-benar tidak terlihat.

Selamat berkarya dan salam perseduluran

Denpasar, 14 Februari 2013

Categories: Spiritual | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: