WISATA SPIRITUAL KE PUCAK KEDATON GUNUNG BATUKARU

Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseoang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik obyek yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Spiritual adalah keyakinan dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga Wisata Spiritual adalah kegiatan perjalanan dengan mengunjungi tempat tertentu guna memuja kebesaran Tuhan YME.

Obyek wisata spiritual yang kami pilih adalah Gunung Batukaru, dengan ketinggian 2.276 DPL merupakan gunung tertinggi kedua setelah Gunung Agung. Gunung Batukaru yang menjadi tulang punggung pertanian di Kabupaten Tabanan memiliki pesona luar biasa. Suasana hutan masih bersih dan terawat dengan baik, karena penduduk di sekitar gunung tersebut ikut serta menjadi penjaganya. Di puncak Gunung Batukaru terdapat Pura Pucak Kedaton yang merupakan salah satu pura yang disakralkan di Bali.

Rencana wisata spiritual ini sudah lama kami agendakan, akan tetapi masih terkendala waktu. Pada hari Minggu tanggal 7 Oktober 2012, kami masih belum diizinkan naik karena menurut informasi dari Bli Kadek, di Desa Pujungan masih hujan deras, sehingga tidak aman bagi pemula untuk naik ke gunung. Akhirnya pada hari Minggu Legi, tanggal 14 Oktober 2012 menurut pitungan baik untuk berpergian dan berbagai macam keperluan.

Pagi-pagi bangun pukul 04.00 wita, sambil menyiapkan perbekalan nyeruput kopi buatan istri tercinta. Bekal yang di bawakan oleh istri berupa baju, sarung, blangkon, air mineral gelas 6, kacang dan keripik tempe. Dengan pelukan penuh kasih sayang serta pesan dari istri agar hati-hati dan jangan melontarkan kata-kata tidak sopan, berangkatlah saya menuju ke Tabanan untuk menjemput kawan yang telah menunggu disana. Tepat pukul 05.00 wita, kami start menuju ke Desa Pujungan Kecamatan Pupuan disana sudah menunggu pula Bli Kadek beserta kawan-kawannya yang siap menjadi tour guide berwisata spiritual ke Gunung Batukaru. Sambil menikmati udara yang sejuk, kami bertiga jalan-jalan ke sekitar rumah Bli Kadek. Mata kami pun tertarik dengan penjual Sate Gule Kambing, sehingga kami pun sarapan disana dengan lahapnya.

Ternyata bekal yang sudah disiapkan oleh Bli Kadek adalah nasi bungkus, air mineral botol tanggung 1 kardus dan aneka perlengkapan sembahyang. Wah ternyata air mineral gelas 6 biji nggak ada apa-apanya, sehingga dengan sadar harus ditinggalkan saja di mobil. 2 kawan Bli Kadeklah yang membawakan air mineral itu sedangkan kami bertiga hanya membawa bekal seadanya. Sebelum berangkat, kami menyempatkan diri untuk berdoa agar diberi kekuatan sampai ke puncak gunung dan kembali dengan selamat.

Jalan setapak menuju Gunung Batukaru langsung ketemu tanjakan yang luar biasa terjalnya. Perut yang kekenyangan akibat makan sate gule kambing serasa di aduk-aduk tak karuan. Kami paksa terus sedemikian rupa menaklukkan jalan yang extreme itu. Tapi memang harus dibayar mahal akibat saya terlalu banyak makan dan kekenyangan jadi muntah-muntah. Padahal perjalanan 1/5-nya untuk sampai di puncak. Jalan satu-satunya adalah berkonsentrasi tinggi menghimpun tenaga sembari berdoa agar diberikan kekuatan. Syukur alhamdulilah, hanya dalam waktu 10 menit melakukan meditasi. Gusti Allah Kang Murbeng Dumadi benar-benar memberikan tenaga, padahal sempat lemas akibat muntah-muntah.

Dengan mudah kami menapaki jalanan yang kadang berbatu, kadang berupa akar pohon, kadang berupa tanah. Hingga akhirnya dapat mencapai puncak Gunung Batukaru setelah melakukan perjalanan selama 4 jam. Capek dan lelah serasa hilang saat berada di puncak, karena suasana yang asri, damai, dan hening sulit ditemukan di tempat lain. Yang menakjubkan di puncak Gunung Batukaru itu terhampar permadani alam yang indah, terbuat dari rumput hijau. Padahal di sepanjang perjalanan dipenuhi pohon-pohon yang lumayan besar, akan tetapi di puncaknya malah berupa padang rumput dengan luas lebih besar dari lapangan futsal.

Segera kami berganti busana dengan pakaian yang bersih, setelah siap lalu duduk bersila memusatkan pikiran untuk menghadap Gusti Allah untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga karena atas perkenan-Nyalah bisa mencapai puncak meskipun tadi sempat muntah-muntah. Harapan dan keinginan juga kami sampaikan kepada-Nya serta doa-doa agar senantiasa dibawah lindungan Tuhan YME kami panjatkan.

Setelah berada di puncak sekitar 2,5 jam, akhirnya kami turun dengan terlebih dahulu pamitan agar pulang dengan selamat. Tepat pukul 20.00 wita saya sampai rumah langsung mandi dan diblonyohi minyak cengkeh oleh ibunya anak-anak agar pegel-pegel di kaki dapat segera hilang.

Perjalanan Wisata Spiritual yang Luar Biasa

Denpasar, 15 Oktober 2012

Categories: Spiritual | Tags: , | 8 Komentar

Navigasi pos

8 thoughts on “WISATA SPIRITUAL KE PUCAK KEDATON GUNUNG BATUKARU

  1. Jalur pendakiannya mantap tuh

  2. wis mirip pangeran diponegoro ya

  3. DarthVader

    Mohon infonya bagaimana saya bisa menghubungi Pak Kadek (sang guide) yg dari Pujungan itu karena saya bersama teman2 berencana mau mendaki melalui jalur ini. Terimakasih infonya Bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: